Sunday, February 1, 2009

Membeli Kebun di Surga

oleh Dadi M. Hasan Basri

-----------------
Suatu ketika, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang bersedekah, di surga nanti, ia akan memiliki seperti yang ia sedekahkan."

Abu Dahdah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, aku
memiliki dua kebun. Apabila salah satunya kusedekahkan, apakah kelak
aku akan memiliki kebun seperti itu di surga?'

Rasulullah SAW menjawab, "Benar."

Abu Dahdah kembali bertanya, "Apakah istri (Ummu Dahdah) dan anak-anakku juga akan bersamaku di surga?"


Rasulullah SAW menjawab, "Benar."

Abu Dahdah pun membulatkan tekadnya untuk menyedekahkan kebunnya
yang terbaik.
Sesampainya di kebun itu, ia berjumpa dengan istri dan
anak-anaknya. Ia pun menegaskan kepada mereka, "Aku akan menyedekahkan
kebun ini. Dengan begitu, aku membeli kebun seperti ini di surga.
Adapun engkau, istriku, akan bersamaku dan seluruh anak kita."

Tiba-tiba saja meneteslah air mata bahagia dari kedua pelupuk mata istrinya yang beriman itu.

Istri Abu Dahdah lalu berkata, "Semoga yang engkau jual dan beli diberkati Allah SWT, wahai suamiku."

Istri Abu Dahdah kemudian segera memanggil anak-anaknya dan
meninggalkan kebun itu karena sudah bukan milik mereka lagi. Akhirnya,
kebun itu menjadi milik umat Islam yang miskin.

Kisah diatas dikutip oleh al-Kalbi dalam tafsirnya saat menjelaskan surah al-Baqarah ayat 245,

"Barangsiapa
meminjami Allah dengan pinjamannya yang baik maka Allah melipatgandakan
ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki)
dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."

Kisah ini juga diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib. Kisah ini
mengingatkan kita bahwa apa yang tengah kita genggam sekarang ini, apa
yang kita miliki kini, pada hakikatnya tidaklah memiliki arti apa-apa
bila tidak kita infakkan, bila tidak kita sedekahkan di jalan Allah.

Harta yang diperhitungkan oleh Allah untuk diberi balasan kenikmatan
surga bukanlah harta yang kita peroleh kemudian kita simpan, melainkan
harta yang kita peroleh dengan jalan yang halal kemudian kita infakkan
(nafkahkan) dan kita sedekahkan.

Abu Dahda, seorang sahabat Nabi, ketika mendengar bahwa sedekah yang
kita berikan akan diganti oleh Allah dengan ganti yang setimpal, bahkan
lebih, dengan segera menginfakkan salah satu dari dua kebunnya, bahkan
kebunnya yang terbaik. Ia berharap
Allah akan menggantinya dengan kebun
serupa di surga kelak.

Kisah ini dapat kita jadikan bahan renungan dan cerminan, apakah
sudah seperti itu upaya kita untuk mendapatkan hal yang sepadan di
akhirat kelak dengan apa yang kita infakkan di dunia ini. Apakah infak
dan sedekah yang kita keluarkan hanyalah serpihan-serpihan kecil atau
remah-remah dari harta kita yang tidak berarti dan tidak kita
perhitungkan?

Seorang teman pernah berseloroh, "Bila Anda merasa berat sewaktu
berinfak dengan sepuluh ribu rupiah, tetapi merasa ringan sewaktu
berinfak dengan seribu rupiah, seukuran itu pulalah kualitas Anda.
Semakin ringan Anda mengeluarkan infak dalam jumlah yang semakin besar
dalam kemampuan Anda, sebesar itu pulalah kualitas Anda."

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman,"Berikan hartamu maka Aku akan memberi kepadamu." (HR Bukhari dan Muslim)


Karena itu, jangan ragu-ragu untuk berinfak dan bersedekah. Biarkanlah
diri Anda memberi. Bila Anda melakukannya dengan ikhlas dan kerendahan
hati, banyak berkah Ilahi yang mengalir kepada Anda.

Tujuh manfaat bersedekah:

1. membebaskan dari kesulitan,

2. menyembuhkan penyakit,

3. memelihara harta benda,

4. meredakan murka Allah,

5. menarik cinta kasih manusia,

6. membuat hati yang keras menjadi lembut, dan

7. menambah keberkahan usia.

Dalam sebuah pepatah dikatakan, "Sebaik-baik harta adalah yang kamu
infakkan (sedekahkan) dan sebaik-baik ilmu adalah yang memberimu guna."

Jakarta, 28 Januari 2009

Dadi M. Hasan Basri
sumber : eramuslim.com

Thursday, January 22, 2009

Prasangka

Dikisahkan, seorang janda miskin hidup berdua dengan putri kecilnya
yang masih berusia sembilan tahun. Kemiskinan memaksanya untuk
membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar demi kelangsungan
hidup mereka. Hidup penuh kekurangan membuat si kecil tidak pernah
bermanja-manja kepada ibunya seperti anak-anak kecil lainnya.

Suatu hari di musim dingin, saat selesai membuat kue, si ibu
tersadar melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia pun
keluar rumah untuk membeli keranjang baru dan berpesan kepada
putrinya agar menunggu saja di rumah. Pulang dari membeli keranjang,
si ibu menemukan pintu rumah tidak terkunci dan putrinya tidak ada
di rumah. Spontan amarahnya memuncak. Putri betul-betul tidak tahu
diri! Cuaca dingin seperti ini, disuruh diam di rumah sebentar saja
malahan pergi bermain dengan teman-temannya!

Setelah selesai menyusun kue di keranjang, si ibu segera pergi untuk
menjajakan kuenya. Dinginnya salju yang memenuhi jalanan tidak
menyurutkan tekadnya demi kehidupan mereka. Dan sebagai hukuman
untuk si putri, pintu rumah di kuncinya dari luar. "Kali ini Putri
harus diberi pelajaran karena telah melanggar pesan," geram si ibu
dalam hati.

Sepulang dari menjajakan kue, mata si ibu mendadak nanar saat
menemukan gadis kecilnya tergeletak di depan pintu. Dengan berteriak
histeris segera dipeluknya tubuh putrinya yang telah kaku karena
kedinginan. Dengan susah payah dipindahkannyalah tubuh putri ke
dalam rumah.

"Putri...Putri.

..Putri..., bangun, Nak! Ini ibu, Nak! Bangun, Nak!
Ibu tidak marah kok. Bangun Putri anakku!" Serunya sambil menangis
merung-raung dan berusaha sekuat tenaga membangunkan dengan
menguncang-guncangkan tubuh si putri agar terbangun. Tetapi putri
tidak bereaksi sama sekali.

Tiba-tiba terjatuh dari genggaman tangan si putri sebuah bungkusan
kecil. Saat dibuka, ternyata di dalamnya berisi sebungkus kecil
biskuit dan secarik kertas usang. Dengan tergesa-gesa dan tangan
yang gemetar hebat, si ibu segera mengenali tulisan putrinya yang
masih berantakan tetapi terbaca jelas.

"Ibuku tersayang, Ibu pasti lupa hari istimewa Ibu ya. Hi... hi...
hi..., ini Putri belikan biskuit kesukaan ibu. Maaf Bu, uang putri
tidak cukup untuk membeli yang besar dan maaf lagi Putri telah
melanggar pesan Ibu karena meninggalkan rumah untuk membeli biskuit
ini. Selamat ulang tahun, Bu. Putri selalu sayang, Ibu!" Dan
meledaklah tangis sang ibu.

Pembaca yang budiman,

Huai Ie, prasangka sering mendatangkan petaka adalah kalimat yang
cocok dengan kisah tadi dan penyesalan biasanya datang menyusul di
belakang itu. Begitu banyak masalah dan problem di dunia ini muncul
karena prasangka negatif maka butuh kedewasaan dalam mengendalikan
pikiran agar kebiasaan berprasangka tidak kita layani begitu saja
dan sedapat mungkin kita hilangkan. Kita ganti dengan berfikir
positif sekaligus hati-hati dengan demikian memungkinkan hubungan
kita dengan orang lain akan menjadi harmonis dan membahagiakan.

Sumber: Prasangka oleh Andrie Wongso

Wednesday, January 7, 2009

JC Melampaui Target 2008


Tak terasa 1 tahun lebih lebih telah terlewati, me with JC . My lovely biz.. yang semula melangkah dengan kaki gemetar, sekarang telah berjalan bahkan mungkin berlari.. Bravo.. !! Alhamdulillah.. rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah pemilik semesta Alam.. sungguh Allah Maha Kaya

Bagaimana tidak gemetar, dengan basic engineer yang berurusan dengan motor, tertatih tatih berusaha belajar bagaimana bikin jilbab yang bagus, enak dipake.., bikin brand, plus memasarkannya. Padahal berjualan barang berbrand aja belum pernah..Tapi dengan ridho Allah itu mungkin terjadi.
Percaya, cuma itu dasarnya.. :-) segala sesuatu dengan niatan baik, pasti Allah Mendengar. Segala Usaha yang sungguh-sungguh, biar Allah yang bereskan sisanya.

Sungguh, niatan semula bikin JC, aku ingin memberdayakan ummat. Bikin sesuatu di sektor riil, untuk memberdayakan umat, membawa mereka bersama2 ke atas. membuka lapangan pekerjaan, dan sebagai penyalur dari rizki Allah kepada orang banyak. Just It..

Dulu di kantor, sebagai employee, aku mikir untuk diriku sendiri, asal kerjaan beres, selesai. Sekarng mikirnya lebih complicated, karena jelas segala proses mempengaruhi orang lain, mempengaruhi nasib JC dan pada akhirnya mempengaruhi karyawan juga..:-)
Tapi sungguh puas rasanya bisa berguna bagi orang lain, semoga tidak menjadikan riya', tapi menjadikan motivasi untuk terus berbuat lebih baik.

Dan Tahun ini, JC telah melampaui targetnya, selama 5 bulan 2008 sejak kita go to media, maka omzet per bulan mencapai 9 digit.. !!!yang jelas itu berarti itu melampaui target kita untuk tahun ini secara akumulatif..Allahu Akbar..
untuk sebuah brand baru yang bangkit dengan celaan, diremehkan, dan banyak jalan berliku dan masalah yang dihadapi, semoga membuat JC terus tumbuh dan berkembang, terus terbang seperti kupu-kupu.. yang tidak hanya mendapat madu, tetapi juga membantu bunga untuk berbiak, berkembang dan tumbuh menjadi bunga baru.

Insya Allah.., dengan ridho Allah.. kami terus berjalan. Sesuatu yang baik, pasti akan berakhir baik.. Semoga Allah memilihkan jalan yang terbaik untuk JC..

Bravo JC..!!

Monday, December 22, 2008

Puncak....Puncak..adhhemm benerrr

Ini foto liburan di puncak..di hotel green valley.. eh bener gak ya namanya begitu.. ini liburan RT lho.. hihihi rajin ya RTku ngadain liburan bareng begini... :-)

satu hal tentang anak2.. mereka akan tetep pada mindset apa yang buat mereka seneng.. heheh contohnya ya mereka berdua ini.. mo panas, mo ujan, mo dingin, mo pilek kalo namanya nyemplung.. pasti deh.. biar bundanya udah brr..brr... tetep aja mereka manteng aja ketawa ketiwi di kolam.. pfuuiih..
tapi aku dulu juga gitu kok.. sami aje.. kekekeke



nadia ayah dan kuda.. heheh waktu ayah teriak.. kram kram.. aku beneran kira kudanya lho yang kram.. kakakaka ternyata kaki ayah kram.. tu lagi dipijitin ma tukang kuda (tukang kayu., tukang sayur.. tukang kuda.. pffuih bahasa indonesia...)
foto satu lagi see the beatiful Nadi Komanachi berlaga.. hehehe naik palang seperti itu adalah favorit nadia setelah perosotan.. kekeke

hehe ini adalah dua lelaki ganteng dalam hidupku.. eh, emang ayah ma umar janjian pake baju merah ya? kok bisa bareng sih..??mejeng bentar di view puncak.. hehehe


mama dan papa juga ikut ke puncak.. yippiiee rame2 kan.. itu motonya telat, sebetulnya mereka itu abis jalan2 .. gandengan..:-) romantis yaaa...
yang kanan itu adalah poto paporitku..

pose nadia nunggu sate.. aduh bang kok lama amat siih.. saya udah laper niih....(sambil kacak pinggang gak sabar..) buset dah gayanya...
heheh tapi di puncak kayaknya gak pernah kenyang ya.. lapeeer terus.. olahraga mulut doank.. kekeke gembull...

Tuesday, December 9, 2008

Selamat Hari Raya Idul Adha...!!

Masih suasana idul adha..
jadi mblenger seharian ngurusin kambing..
cuma untuk yayangku daku rela masakin gulai kambing.. ciee.. lah dakunya gak gitu suka pergulaian.. palagi kambing gitu lowh...
hehehehe

tapi karena ini sembelihan yayang.. jadinya daku mau deh masakin, soalnya kalo yayang yang nyembelih pasti gak bau prengus..:-) sabar menanti sampe darahnya titik penghabisan ya say..
nah, untuk daku pribadi nih.. teteup.. gaya panggangan tetep enak di lidah.. so inilah menu makan siangku tadi...yang gede itu iga bakar.. wenak pol pokoke..ceritanya mau bakar malem2, tapi berhubung malemnya gempor ketiduran jadilah menu makan siang sajah, kan udah direndam ma bumbu rahasia.. heheh ss...t dikasi baking soda biar empuk jeh....

Ada cerita mengharukan nih lebarn haji kali ini, dari si tukang otak-otak temen suamiku, yang biasanya leawt depan rumah.. lha pas aku main ke markas JC di citragrand, kok tiba2 dia lewat, ya aku berhentiin.. kaget banget dia liat aku.. trus nanya
"ibu intan?"
"iya pak.."
"lho ibu bukannya naik haji? kok disini?"
"lha.. gosip darimana itu pak, saya memang pengennnn banget kesana, tapi belum kesampean, masih direncanakan.."
"wadhuuuh bu.. saya tuh yakin banegt ibu naik haji.., masak pas saya sholat tahajud, anak saya ayng paling gede bangun kayak orang dapet wangsit bilang," pak, pak, istrinya pak ferdy naik haji pak.." saya lagi berdoa kaget banget anak saya teriak begitu, lha pagi-pagi buta.."
"oia yah pak.. kok mimpinya sampe sana ya.." padahal aku baru sekali lho ketemu anaknya..
"iya bu, makanya saya kaget kok ibu ada disini, saya kira lagi di mekah.."
"Amiiin.. waduuh.. saya anggap doa deh pak.. mudah2an terkabul.." hehehehe
"iya bu saya doain deh biar cepet kesana.."

hehehe.. sebenernya emang.. hati ini rasanya bergetar hebat kalo ada orang kesana.. sepertinya pengen ngikuuut aja.. apa daya.. belum bisa.. hehehe insya allah.. tahun 2010 kalau Allah mengijinkan, selesai nyapih umar aku akan kesana Ya Allah.. ke Rumah-Mu.. maka panggillah aku ya Rabb...mudahkan langkahku untuk kesana..

Kira2 mereka lagi ngapain ya.. hehehe

pagi-pagi.. lagi nyabutin rumput liar.. eh ada yang cuek.. ya udah.. ketangkep basah deh.. kekekeke

Friday, December 5, 2008

Retinoblastoma

Pernah dengar nama penyakit itu?
itu adalah penyakit tumor mata, yang biasanya menyerang anak anak usia 6 bulan-2tahun. Penyakit ini genetis, jadi peyebabnya ya dari gen itu.. Belakangan ini daku sering cari informasi tentang penyakit ini.. Mengingat ponkanku yang berumur 22 bulan itu kemarin divonis dokter terkena penyakit ini di mata kirinya, udah stadium lanjut. Katanya matanya harus diangkat.. hiks.. hwaaaa... sedih deh.. dek sausan yang lucu dan cantik...
Mata kirinya ternyata ada bibit tumor juga, dan harus dikemo..Duuuh.. hati orang tua siapa yang gak sedih mendengarnya ya..

ini adalah foto keluarga besar dari suamiku.. sausan (pake bando) yang di tengah yang dipangku ibunya... lucu ya..:-)
akalo ada info.. anything.. yang bisa membantu kami untuk menemukan jalan keluar.. please kontak ASAP ya..

kita udah menghubungi dr. loemongga, udah ke klinik mata nusantara untuk difoto dengan lebih jelas..dan effort terakhir adalah ke dokter nila moeloek.. semoga ada jalan ya..
semoga kita mendapat solusi terbaik untuk semuanya..

kita seyogyanya lebih aware jika ada yang sreg sama anak kita.. ya aware bukan brarti parno ya.. ya musti cari ilmu untuk tau ..

keputusan apapun itu semoga kami semua diberi kekuatan.., karena psikologi orang2 terdekat sebenernya bercampur aduk tidak menentu.. sedangkan sausan sekarang.. tetap tertawa.. riang.. gembira.. seolah tak ada apa..apa..

berikut adalah artikel tentang penyakit tersebut yang saya dapat dari teman milis sehat

http://www.korantempo.com/korantempo/2008/07/23/Gaya_Hidup/krn,20080723,66.id.ht\
ml

Rabu, 23 Juli 2008
Gaya Hidup
Terlambat Berobat, Mata Hilang

Kematian akibat retinoblastoma pada anak mencapai 60 persen karena terlambat
berobat.

Ahmad Abiyu Sofyan, 12 tahun, berulang kali terlihat membetulkan letak kacamata
tebalnya. Alat bantu baca yang nangkring di matanya itu bukan kacamata biasa.
Ini adalah protesa, kacamata yang berfungsi sebagai mata palsu. "Sejak dua tahun
yang lalu dia mengenakan protesa karena mata kirinya terpaksa diangkat setelah
terkena kanker," ujar ibunya, Nur Asiyah.

Abiyu adalah mantan pasien kanker bola mata (retinoblastoma). Walau hanya bisa
melihat dengan satu mata, murid kelas VI Sekolah Dasar Negeri Surya Bahari,
Tangerang, ini bisa bermain dan melakukan aktivitas harian seperti anak yang
memiliki indra penglihatan lengkap. Tak hanya itu, Abiyu mengaku tidak mengalami
kesulitan dalam mengikuti pelajaran di sekolahnya. "Nggak apa-apa, nggak sakit,"
ujarnya.

Memang benar. Menurut Profesor Djajadiman, SpA(K), dari Rumah Sakit Cipto
Mangukusumo, pengidap retinoblastoma yang sudah menjalani terapi dan operasi
pengangkatan mata bisa kembali menjalani hidupnya secara normal.

Penyakit ini tak lain adalah tumor ganas dalam mata yang berasal dari lapisan
saraf maya, retina. Biasanya kanker jenis ini ditemukan pada anak berusia 5
tahun ke bawah. Di negara maju, angka kematian akibat retinoblastoma sangat
rendah (tidak lebih dari 10 persen). Hal ini karena pasien datang dalam stadium
dini. Berbeda kondisinya dengan di negara berkembang, seperti Indonesia.
Penelitian memperlihatkan angka kematian akibat retinoblastoma masih sangat
tinggi, yakni 50-60 persen, karena umumnya pasien terlambat berobat.

Tidak seperti pada orang dewasa, kanker pada anak dapat disembuhkan hingga 100
persen bila ditemukan dalam stadium awal. "Beda dengan kanker pada orang dewasa,
ada kemungkinan kanker dapat kambuh lagi," ujarnya dalam konferensi pers
kampanye terpadu berbasis komunitas tentang deteksi dini kanker anak yang
digelar di kantor Yayasan Kanker Indonesia, Selasa lalu.

Uniknya, serangan kanker ini pada anak-anak agak sulit dikenali karena mereka
sering kali tidak merasakan atau menceritakan keluhan mereka. "Namun begitu, ada
tanda-tanda umum yang harus diwaspadai oleh orang tua," kata dokter spesialis
anak ini. Gejala ini sering ditandai dengan mata kemerahan, peradangan mata, dan
adanya bintik putih pada bagian mata yang berwarna hitam. Jika sudah parah,
bintik putih tersebut akan membesar dan kemudian akan memantulkan cahaya yang
masuk ke mata--seperti mata kucing. "Jadi karena ada refleks cahaya, tumor itu
seperti bersinar, tapi ini menandakan bahwa kanker ini sudah tidak terlalu
dini," ia menjelaskan.

Djajadiman menyarankan, bila orang tua menemukan gejala tersebut, segera membawa
sang anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya agar mendapatkan
perawatan dan pengobatan yang lebih lanjut. Bila dibiarkan atau tidak diobati
dengan dengan tepat, tumor akan berkembang dan menyebar ke sumsum tulang atau ke
otak sehingga dapat mengancam nyawanya.

Retinoblastoma stadium dini biasanya diobati dengan cara operasi dengan atau
tanpa kombinasi kemoterapi atau radioterapi. Bila kanker masih berukuran di
bawah 0,5 sentimeter, mata masih bisa dipertahankan.

Namun, bila sudah stadium lanjut, operasi dengan mengangkat mata terpaksa
dilakukan dan dipasang mata palsu (protesa) agar anak tetap dapat berpenampilan
baik. "Sayangnya, banyak orang tua dan tenaga medis yang tak mengenali gejala
awal tersebut sehingga terkadang pasien sudah sampai pada stadium lanjut,"
tuturnya.

Djajadiman menyebutkan, kanker pada anak dapat timbul sejak lahir atau setelah
melewati usia bayi. Kasus kanker anak saat ini mencapai sekitar 3 persen dari
total kejadian penyakit kanker. Dia mengatakan hingga kini, untuk kanker pada
anak, belum diketahui penyebabnya, tapi diduga berhubungan dengan kelainan
genetik yang membuat pertumbuhan kanker yang seharusnya terkendali menjadi tidak
terkendali. Ini berbeda dengan kanker pada orang dewasa yang bisa timbul karena
faktor perilaku dan gaya hidup.

"Mungkin bila suatu hari nanti penyebabnya dapat diketahui, kanker pada anak
dapat diatasi dengan metode terapi. Terapinya mungkin dalam bentuk

terapi gen dan bukan terapi untuk pencegahan," ujarnya.

Di dunia, setiap tahun diperkirakan lebih dari 160 ribu kasus kanker anak
terdiagnosis dan sedikitnya 90 ribu anak meninggal karena kanker. Sekitar 80
persen anak penderita kanker ada di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Karena keterbatasan pengetahuan dan akses informasi, kemampuan bertahan pasien
anak ini kurang dari 20 persen. Akibatnya, lebih dari dua anak yang terdiagnosis
kanker akan meninggal. Ini berbeda dengan di negara-negara maju yang daya
tahannya bisa mencapai lebih dari 80 persen.

Rumah Sakit Kanker Dharmais pada 2007 mencatat kasus kanker anak yang paling
sering terjadi adalah kanker bola mata sebesar 16 persen dan kanker darah
(leukemia) 16 persen, disusul kanker otak, kanker

saraf (neuroblastoma), kanker tulang, dan kanker hati. MARLINA MARIANNA SIAHAAN
koran